Rabu, 03 April 2013

Dongeng Anak-anak Yang Ternyata Adalah Cerita Horor

Saat kita kecil kita mungkin mengenal kisah-kisah dongeng ini diceritakan oleh orang tua kita, guru kita, atau kita melihat cerita ini dalam film animasi Disney. Cerita ini sudah anda ratusan tahun yang lalu, dan diceritakan dari mulut ke mulut, dan berubah seiring waktu.
Siapa yang tidak pernah mendengar dongeng tentang Puteri Tidur, Si Kerudung Merah, Puteri Salju, dan banyak lagi dongeng-dongeng lain yang semua berakhir dengan “Happily Ever After”. Bahagia selamanya. Dimana yang baik pasti menang dan yang jahat pasti kalah.
PERINGATAN: bagi yang merasa anak-anak dibawah umur, jangan lanjutkan membaca artikel ini.

1. Puteri Tidur


Cerita yang kita tahu selama ini:

Di sebuah Kerajaan, lahirlah seorang Puteri yang cantik jelita, tetapi ada seorang Penyihir Jahat yang mengutuk Puteri itu. Pada ulang tahunnya yang ke 16 Sang Putri akan tertusuk jarum dan mati.
Tapi Penyihir yang baik berusaha melindungi Sang Putri dengan mantra pelindung. Sang putri tidak akan mati, tapi hanya akan tertidur, dan dia akan terbangun dengan ciuman dari cinta sejati.
Sesuai kutukan, walaupun Sang Putri sudah di pindahkan ke hutan dan dijaga oleh Penyihir-penyihit baik, Sang Putri tertidur selama seratus tahun (bersama dengan seluruh kerajaan) karena tertusuk jarum, tapi akhirnya Sang Pangeran tampan datang membunuh Penyihir Jahat, mencium Putri Tidur dan membangunkannya dari tidurnya.
Mereka menikah dan berbahagia selamanya.

Cerita asli dari Putri Tidur:

Di cerita yang aslinya, Sang Putri tidak dikutuk, melainkan itu adalah ramalan dari seorang Peramal Bijak. Dan ceritanya sama, Sang Putri tertusuk jarum, dan tertidur (sepertinya sang putri dalam keadaan koma). Sang Raja galau, dan memutuskan untuk memindahkan Sang Putri ke hutan.
Suatu hari datang seorang Pangeran yang ke hutan untuk berburu dan menemukan Sang Putri. Melihat kecantikan Putri Tidur, Pangeran itu memperkosa Putri Tidur.
eitt, tunggu dulu…
Ceritanya tidak berakhir disitu, pemerkossan ini dilakukan berulang kali sampai kemudian Sang Putri melahirkan anak kembar (ya.. dalam tidurnya), yang bernama Dawn (fajar) dan Day (hari), bayi-bayi ini berusaha untuk menyusu pada Ibunya (Putri Tidur) tetapi salah mengira bahwa jari yang tertusuk adalah puntingnya, akhirnya sang putri pun terbangun.
tamat? belum…
Sang pangeran ternyata sudah mempunyai seorang istri. Dan istrinya ini ternyata masih keturunan Ogre (monster). Cemburu karena mengetahui bahwa suaminya telah berselingkuh, memerintahkan pengawalnya untuk menangkap Sang Putri dan anak-anaknya, memasaknya, dan menghidangkannya padanya.
Karena tidak tega, pengawal tadi mengganti hidangan itu dengan daging domba tanpa sepengetahuan Istri Pangeran. Pangeran akhirnya mengetahui ini dan akhirnya menyelamatkan Putri Tidur dan anak-anaknya, membunuh istrinya, dan..
Tamat.
Kesimpulan: Banyangkan bahwa kamu adalah Putri Tidur yang dalam keadaan koma, tiba-tiba sadar, terbangun dan menyadari sekarang telah menjadi korban pemerkosaan, punya dua orang anak, dan akan segera menjadi hidangan. WTF!
Saya setuju kalau ini dijadikan film horor, pasti jauh lebih keren daripada film-film horor picisan tentang kuntilanak, pocong dan sejenisnya.

2. Si Kerudung Merah


Cerita yang kita tahu:

Seorang anak kecil yang berkerudung merah, pergi ke rumah neneknya untuk mengantarkan kue. Di tengah jalan bertemu dengan Serigala Besar Yang Jahat dan entah sengaja atau tidak, memberitahu Serigala Besar Yang Jahat bahwa ia akan pergi ke rumah neneknya.
Sang Serigala mendahului Si Kerudung Merah ke rumah Neneknya, memangsanya bulat-bulat, dan menunggu Si Kerudung Merah dengan menyamar sebagai Neneknya. Akhirnya Serigala juga memakan Si Kerudung Merah, Lalu datang seorang Penebang Kayu, mengeluarkan Si Kerudung Merah dan neneknya dan membunuh serigala yang jahat.

Cerita asli dari dongeng Si Kerudung Merah:

Awal ceritanya hampir sama, hanya saja cerita Serigala Besar Yang Jahat tidak selalu diceritakan sebagai Serigala, kadang Ogre, kadang Manusia Serigala atau Serigala Jadi-jadian.
catatan: ogre kalau di Indonesia yang paling mendekati mungkin Gendruwo.
Saya lanjutkan ceritanya pake gendruwo saja.(kayanya lebih keren)
Gendruwo ini mendahului Si Kerdung Merah ke rumah Neneknya, dan membunuh neneknya (tidak dimakan, daging orang tua mungkin tidak sesuai seleranya). Gendruwo memotong-motong nenek Si Kerudung Merah menaruh daging dan darah Nenek Kerudung Merah ke dalam lemari.
Ketika Si Kerudung Merah sampai, Gendruwo Besar Yang Jahat menyamar sebagai Neneknya dan menghidangkan daging dan darah Si Nenek kepada cucunya sendiri. Si kerudung merah tidak mengetahui bahwa daging itu adalah daging neneknya, dia memakannya. (Yum.. mungkin cuma berpikir, kenapa daging ini alot sekali)
Akhirnya Gendruwo Besar Yang Jahat menunjukkan wujudnya, dan menyuruh Si Kerudung Merah untuk menanggalkan pakaiannya, memerkosanya, dan akhirnya…memakannya.
Setelah itu.. tamat. (Ya selesai.. the end, fin.)
Kesimpulan: Cerita dongeng ini bahkan lebih sadis dari cerita Putri Tidur. Tapi moral ceritanya jelas. Jangan percaya pada orang asing di jalan.
Sepertinya orang-orang dulu suka dengan cerita-cerita ‘goro’. yang isinya penuh pemerkosaan dan kanibalisme.
Bersiap-siaplah untuk bermimpi buruk malam ini, karena masih ada 2 cerita lagi 
[fbl]

3. Cinderella

Ini mungkin cerita dongeng paling populer dan paling banyak dibikin film.

Cerita yang kamu kenal selama ini:

Ini dongeng tentang seorang anak perempuaan yang cantik dan hidup bersama kedua saudara tiri yang jahat dan ibu tiri yang kejam setelah ayahnya yan kaya raya meninggal. Akhirnya bertemu dengan Ibu Peri yang membantunya dengan sihir agar Cinderella bisa pergi ke pesta dansa Pangeran.
Di pesta dansa itu Pangeran jatuh cinta pada Cinderella, tapi ketika jam menunjukkan pukul 12 sihir itu habis. Cinderella lari dari Istana menjatuhkan sepatu kaca, dan sepatu inilah yang digunakan Pangeran untuk mencari Cinderella.
Sepatu itu dicoba ke semua wanita di seluruh negri sampai akhirnya Cinderella ditemukan, mereka menikah, Cinderella menjadi Putri, dan mereka berbahagia selamanya.

Cerita asli dari dongeng cinderella:

Anehnya, dongeng ini punya terlalu banyak versi. dan tersebar di seluruh dunia,
(mungkinkah ada semacam konspirasi disini? atau ramalan?)
Yunani: 1 tahun sebelum Masehi
Seorang gadis saat mandi di sungai, sandalnya dibawa oleh burung elang (jurus elang pencuri sandal? hmm.. mungkin bisa dipakai), dan tidak sengaja jatuh di pangkuan Raja. Sang raja melihat betapa indahnya bentuk sandal itu (mungkin karena merknya Eagle bukan Swallow), dan memerintahkan semua prajuritnya untuk mencari pemilik sandal. Akhirnya mereka menemukannya dan gadis itu menjadi diperistri oleh Raja.
China: tahun 860-an
Seorang gadis yang rajin berteman dengan seekor ikan, yang ternyata adalah reinkarnasi dari ibunya yang dibunuh oleh ibu tirinya. Ikan itu akhirnya mengorbankan dirinya dan memberikan duri/tulang-nya ke gadis itu. Duri ikan itu adalah duri ajaib yang dengan kekuatannya memberi pakaian yang cantik, sehingga gadis itu bisa pergi ke festival. Saat meninggalkan Festival Istana, sandalnya terlepas, dan raja menemukan sandal itu, penasaran dengan bentuk kaki yang indah pemilik sandal ini dia mencari pemiliknya. Selanjutnya bisa ditebak, Raja menemukan gadis itu, menyelamatkannya dari Ibu Tiri yang jahat dan mereka menikah.
(kayanya pernah denger cerita ini dari Emak saya, tapi kayanya bukan karena sandal)
Thailad, Arab, dan beberapa negara dan bahasa lain, dengan ending dan cerita yang sedikit berbeda satu dengan lainnya.
Ada versi yang menceritakan bahwa Saudara-saudara tiri itu tidak hanya mencoba Sepatu Kaca dan memaksakan agar kakinya bisa muat di sepatu kaca itu.
Mereka sampai memotong kakinya sendiri agar muat memakai sepatu kaca.Akhirnya mata mereka dipatuk oleh burung merpati dan mereka menjadi pengemis buta dijalan (saat Cinderella menikmati semua kemewahan di Istana).
Kesimpulan: Entah kenapa, dongeng-dongeng ini selalu berhubungan dengan orientasi seksual yang tidak wajar. Pemerkosaan, necrophilia, pedofilia, dan sekarang foot fetish? What is wrong with these people? (atau dalam cerita ini sandal fetish  ).

4. Puteri Salju dan Tujuh Kurcaci


Cerita yang kamu kenal selama ini:

Seorang Putri yang cantik jelita lahir, rambutnya sehitam kayu ebony, kulitnya seputih salju, dan bibirnya semerah darah. Tapi Ibu putri salju, Sang Ratu meninggal, dan Sang Raja akhirnya menikah lagi dengan Ibu Tiri yang jahat.
Ibu tiri putri salju ini iri dengan putri salju karena puteri salju lebih cantik darinya (kata cermin di dinding), dan memerintahkan pengawalnya untuk membawa putri salju ke hutan dan membunuhnya. Sebagai bukti kaalau putri salju sudah mati, pengawal itu harus menyerahkan jantung putri salju pada ratu.
Karena tidak tega, Pengawal tidak membunuh Putri Salju, membebaskannya dan membawa jantung babi hutan sebagai gantinya.
Putri Salju menemukan rumah yang dihuni 7 Kurcaci dan hidup bersama mereka. Ratu yang jahat akhirnya mengetahui kalau Putri Salju masih hidup, menyamar sebagai nenek-nenek dan memberi apel beracun pada Putri Salju.
Puteri Salju memakan apel itu dan tertidur (koma). Kurcaci dan hewan-hewan hutan membalaskan dendam, mengejar Ratu Jahat hingga ia jatuh ke jurang dan mati.
Seorang Pangeran berkuda datang melihat Putri Salju di dalam peti mati kaca, meminta 7 Kurcaci untuk membuka peti itu, mencium Putri Salju, dan ciuman itu menyadarkan Putri Salju. Akhirnya mereka menikah dan bahagia selamanya.

Cerita asli dongeng Putri Salju:

Ceritanya kurang lebih sama, yang berbeda adalah ketika Putri Salju dibawa ke hutan untuk dibunuh, usianya hanya 7 tahun, dan Ratu Jahat meminta tidak hanya jantung tetapi juga paru-paru Putri Salju.
Setelah pengawal itu membawa jantung dan paru-paru babi hutan, Sang Ratu memakan jantung dan paru-paru itu untuk makan malam.
Juga bahwa Putri Salju tidak tinggal bersama 7 Kurcaci tetapi bersama kelompok perampok.
(jadi ingat buku “Anak Perawan di Sarang Penyamun”)
Putri Salju akhirnya memakan apel beracun, dicium pangeran dan menikah.
Nasib Ratu sedikit kurang beruntung, dia tidak mati cepat dengan jatuh ke jurang, tapi ditangkap dan dihukum. Hukumannya adalah memakai sepatu besi yang panas membara dan menari sampai mati.
Kesimpulan: Ya! Kanibalisme lagi.. mulai merasa orang-orang jaman dulu terobsesi dengan ini. Tapi anda satu yang sedikit berbeda, pangeran pedofil.. WTF! Saat itu Puteri Salju baru 7 tahun, andaikan Putri Salju tinggal selama 2 tahun (sebelum ratu menemukannya dengan bantuan cermin ajaib) bersama para perampok, saat itu dia baru berumur 9 tahun. Ya, dan dia mati.
Secantik-cantiknya mayat, meragukan kalau ada orang yang mau mencium mayat dimulut, kecuali Pangeran itu adalah pedofil necrophilia asshole.
Nah, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Tante-tante, dan Om-om sekalian, pasti akan berpikir lagi untuk membeli DVD film dongeng ini untuk anak-anak anda.
Untuk anak-anak yang tetap membaca blog ini walau sudah diberi peringatan, Selamat bermimpi indah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar